Dekonstruksi Manajemen Kurikulum Integratif Di Era Disrupsi: Rekonstruksi Epistemologi Tafhim Al-Fatihah Dalam Filosofi Pendidikan Islam
DOI:
https://doi.org/10.3709/ilpen.v5i2.101Kata Kunci:
Manajemen Kurikulum, Tafhim Al-Fatihah, Kurikulum Integratif, Epistemologi Islam, Disrupsi DigitalAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh problem fundamental dalam manajemen kurikulum Lembaga Pendidikan Islam (LPI) kontemporer yang kerap terjebak dalam dualisme-dikotomi ekstrem antara kurikulum umum (sekuler) dan kurikulum agama (doktriner). Di tengah arus disrupsi digital, pemisahan ini memicu lahirnya degradasi moral serta hilangnya arah hidup spiritual pada peserta didik akibat minimnya integrasi nilai-nilai esensial ketauhidan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Melalui penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), riset konseptual ini mendekonstruksi manajemen kurikulum LPI dengan merekonstruksi epistemologi Tafhim Al-Fatihah (pemahaman mendalam Surah Al-Fatihah) sebagai poros kurikulum integratif yang radikal. Hasil kajian teoritis merumuskan "Model Kurikulum Integratif-Sufistik" (MKIS) yang menempatkan tujuh ayat Surah Al-Fatihah bukan sekadar sebagai bahan hafalan formal (memorizing), melainkan sebagai fondasi metodologis (blueprint) dalam memetakan seluruh disiplin ilmu pengetahuan modern. Analisis kritis membuktikan bahwa pembiasaan dan pemahaman mendalam makna Al-Fatihah selama proses transisi akademik mampu membentuk kompas moral internal (moral compass) yang kokoh pada anak didik, menjadikannya perisai aktif terhadap paparan destruktif era digital. Riset ini menyajikan draf arsitektur kurikulum profetik yang sangat mendesak bagi para pengambil kebijakan kurikulum di tingkat madrasah dan perguruan tinggi Islam demi mengembalikan marwah orisinalitas pendidikan Islam.









