Dekonstruksi Manajemen Konflik Lembaga Pendidikan Islam: Analisis Arsitektur Strategis Piagam Madinah Dan Historiografi Kepemimpinan Rasulullah
DOI:
https://doi.org/10.3709/ilpen.v4i2.103Kata Kunci:
Manajemen Konflik, Piagam Madinah, Kepemimpinan Islam, Teori Resolusi Madani, Tata Kelola LPIAbstrak
Penelitian ini mendekonstruksi bias teori manajemen konflik Barat modern yang cenderung sekuler, transaksional, dan mekanistis ketika diterapkan dalam ekosistem Lembaga Pendidikan Islam (LPI). Ketegangan internal, faksionalisme yayasan-pengelola, hingga resistensi budaya kerja sering kali diselesaikan dengan pendekatan resolusi konflik yang mengabaikan dimensi spiritualitas ketauhidan. Melalui metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), riset konseptual ini mengeksplorasi arsitektur strategis manajemen konflik yang bersumber dari naskah historis Piagam Madinah (Constitution of Medina) dan kepemimpinan taktis Rasulullah SAW. Hasil kajian teoritis merumuskan "Model Resolusi Madani" (MRM), sebuah instrumen manajerial konflik yang mengintegrasikan tiga pilar utama: Al-Muakhah (resolusi persaudaraan berbasis integrasi emosional-spiritual), Al-Musawah (kesetaraan hakiki dalam regulasi internal organisasi), dan At-Takaful (tanggung jawab sosial kolektif untuk menekan ego sektoral). Analisis kritis membuktikan bahwa memproyeksikan prinsip-prinsip Piagam Madinah ke dalam tata kelola LPI kontemporer mampu mengubah konflik destruktif menjadi energi inovasi organisasi yang produktif tanpa merusak harmoni ukhuwah. Riset ini menyajikan draf cetak biru (blueprint) manajerial yang kokoh bagi para kepala madrasah dan pimpinan perguruan tinggi Islam untuk mereduksi tensi politik internal organisasi secara bermartabat.









