Analisis Strategis Blue Ocean Pada Tata Kelola Lembaga Pendidikan Islam: Akselerasi Keunggulan Kompetitif Multikultural Berkaca Pada Arsitektur Bisnis Abdurrahman Bin Auf
DOI:
https://doi.org/10.3709/ilpen.v4i1.102Keywords:
Blue Ocean Strategy, Abdurrahman bin Auf, Keunggulan Kompetitif, Tata Kelola LPI, Strategi DiferensiasiAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena Red Ocean (Samudra Merah) dalam industri pendidikan Islam, di mana banyak Lembaga Pendidikan Islam (LPI) terjebak dalam persaingan harga yang saling menjatuhkan (price war) dan komoditisasi program akademik yang seragam. Guna keluar dari jebakan persaingan destruktif tersebut, diperlukan sebuah terobosan manajerial strategis yang mampu menciptakan ruang pasar baru yang belum terjamah. Melalui metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), riset konseptual ini bertujuan untuk mengelaborasi konsep Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru) yang diintegrasikan dengan historiografi arsitektur bisnis sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf. Hasil kajian pustaka merumuskan "The Aufian Blue Ocean Framework" (ABOF) yang mengoperasikan empat langkah tindakan strategis (Hapuskan, Kurangi, Tingkatkan, Ciptakan) pada komponen tata kelola LPI. Keunikan riset ini terletak pada formulasi strategi diferensiasi biaya rendah (low-cost differentiation) berbasis penolakan monopoli dan penguatan rantai pasok ekosistem internal lembaga. Riset ini memberikan panduan draft kebijakan strategis yang aplikatif bagi para pengelola LPI untuk memenangkan persaingan tanpa harus menjatuhkan kompetitor, melainkan dengan melahirkan nilai baru yang original.









