Hubungan Pembiasaan Tahfidz Juz 30 Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Di Kelas 5 MIS Nurul Falah Majalaya Karawang

Authors

  • Esya Nurul Qur’ani Institut Agama Islam Rakeyan Santang
  • Vina Febiani Musyadad Institut Agama Islam Rakeyan Santang
  • Asep Supriatna Institut Agama Islam Rakeyan Santang

DOI:

https://doi.org/10.3709/ilpen.v5i1.89

Keywords:

Tahfidz Juz 30, Kecerdasan Spiritual, Pembiasaan, Siswa Madrasah, Pendidikan Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menghafal Juz 30 dengan kecerdasan spiritual siswa kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa melalui kegiatan keagamaan, khususnya kebiasaan menghafal Al-Qur’an sejak dini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain studi korelasi. Subjek penelitian terdiri dari 37 siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert yang dikembangkan berdasarkan indikator kebiasaan menghafal Juz 30 dan kecerdasan spiritual siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product-Moment untuk menentukan hubungan antara variabel X dan variabel Y. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menghafal Juz 30 berkontribusi positif terhadap perkembangan kecerdasan spiritual siswa. Siswa yang terbiasa menghafal Al-Qur’an secara teratur menunjukkan perilaku yang lebih disiplin, memiliki rasa pengabdian keagamaan yang lebih kuat, bersikap sopan, dan menunjukkan tingkat kepedulian sosial yang lebih tinggi. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga membantu para siswa mencapai ketenangan batin dan meningkatkan pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan menghafal Juz 30 memberikan dampak positif terhadap kecerdasan spiritual para siswa Kelas 5 di MIS Nurul Falah Majalaya Karawang.

References

Afrianti & Imamuddin. (2022). Pengaruh Kecerdasan Spritual terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied, 2(2), 131–141.

Agustian, A. G. (2006). ESQ Emotional Spiritual Quotient. Jakarta: Arga Publishing.

Alammy, L. L. (2025). Peran Guru Terhadap Perkembangan Karakter Anak Usia Dini Di PAUD TKIT Nuralima. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 4(12), 4721–4736. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i12.3925

Antika & Husni. (2025). Konsep Pendidikan Islam Prof. Dr. H. Muhaimin, MA: Menjawab Tantangan Era Modern. QOSIM: Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 3(1), 284–294.

Arif, M. (2024). Tantangan dan Peluang dalam Inovasi Pembelajaran Islam di Era Digital. Global Education Journal, 2(1), 73–80.

Arifudin, O. (2026). Student Management in Improving Student Discipline at Madrasah Aliyah. International Journal of Economics Management and Social Science, 9(1), 159–170.

Asriani, A. (2024). Kajian Paradigma Ekonomi Berkelanjutan Di Indonesia Sebagai Negara Berkembang Dalam Perspektif Islam. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI), 3(2), 189–199.

Azzet, A. M. (2010). Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak. Yogyakarta: Kata Hati.

Erfiyana, E. (2025). Islamic School Financial Management: A Case Study of Islamic Junior High Schools in Rural Areas. International Journal Of Science Education and Technology Management, 4(2), 33–44.

Faridatusyadiah et al. (2025). Pengaruh Penggunaan Pembelajaran Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Di Kelas 5 SDIT Buahati Islamic School Karawang. Jurnal Primary Edu (JPE), 3(1), 61–76.

Gandini et al. (2025). Korelasi antara Aktivitas Menghafal Al-Quran dengan Kecerdasan Spiritual Siswa di Kelas V Madrasah Ibtidaiyah. ournal of Elementary Education: Strategies, Innovations, Curriculum, and Assesment, 2(1), 53–66.

Kartika, I. (2024). Peran Konseling Keagamaan Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Antologi Kajian Multidisiplin Ilmu (Al-Kamil), 2(2), 400–415.

Kartika, I. (2025). Penguatan Karakter Islami Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di PAUD. Plamboyan Edu, 3(2), 150–165.

Kartika, I. (2026). Implementasi Kurikulum Cinta Dalam Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Karakter Siswa. Antologi Kajian Multidisiplin Ilmu (Al-Kamil), 4(1), 1–15.

Mayasari, A. (2025). Implementasi Program Goal Setting Berbasis Partisipatif dalam Pengembangan Karakter Visioner Anak Sekolah di Desa Warnasari, Pangalengan. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 5(6).

Mukarom, M. (2024). Pengaruh Kegiatan Magrib Mengaji Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti. Jurnal Tahsinia, 5(4), 583–598.

Nurazizah, S. (2026). The Role Of Teachers In Instilling Disciplined Character In Early Childhood 5-6 Years Old At Darussalam Early Childhood Education Center. International Journal Of Science Education and Technology Management (IJSETM), 5(1), 1–13.

Saepudin, S. (2024). Pendampingan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Moral Dan Etika Pada Masyarakat Usia Sekolah. Publikasi Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS), 2(4), 149–158.

Siswanto, W. (2010). Membentuk Kecerdasan Spiritual Anak Pedoman Penting Bagi Orang Tua Dalam Mendidik Anak. Jakarta: Amzah.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R & D dan Penelitian Tindakan). Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-05-30